Tempat ini, dua tahun yang lalu. Sudah hampir larut. Aku
berdiri di lobby gedung, baru saja
menyelesaikan kursus. Temanku yang lain terlalu ‘sibuk’ untuk menemaniku
menunggu jemputan. Aku memperhatikan orang-orang yang datang dan pulang, saat
kulihat sosok familiar. Dia. Ya, dia. Duduk dan sibuk dengan handphonenya, dengan teman-teman
sekolahnya. Nampaknya dia sadar ada yang memandanginya. Dia menoleh ke arahku.
Atau ke lobby. Aku yang tersentak spontan membuang muka. Padahal ingin sekali
kusapa dia. Padahal ingin sekali sekedar berbasa-basi. Atau melihat senyumnya.
Wajahku rasanya memerah, ummm, atau memang merah ? Ahhh ! Aku kembali
memandanginya. Dia menunduk. Sesaat kemudian handphoneku berbunyi. “Halo ?”, “Mama di depan, ayo pulang” sahut
orang diseberang. Aku lalu turun ke parkiran, melewatinya. Dia, sudah tak sibuk
lagi dengan handphonenya. Tapi aku
terlalu bodoh hingga tak menyapanya karena kupikir dia sudah lupa aku.